CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »



Senin, 29 Oktober 2012

Konservasi gigi semester 2 ( Pulp Capping )

PULP CAPPING
1. Pengertian Pulp Capping
            Pulpa capping adalah aplikasi selapis atau lebih material pelindung atau bahan untuk  perawatan diatas pulpa yang terbuka, misalnya kalsium hidroksida yang akan merangsang  pembentukan dentin reparative (Harty dan Oston, 1993) 
2.Tujuan Pulp capping
            Adapun tujuan pulpa capping adalah untuk menghilangkan iritasi ke jaringan pulpa dan melindungi pulpa sehingga jaringan pulpa dapat mempertahankan vitalitasnya. Dengan demikian terbukanya jaringan pulpa dapat terhindarkan.
3.Macam-macam Pulp capping
a.  Indirect Pulp Capping ( Pulpa capping secara tidak langsung )
                Indirect Pulp Capping adalah perawatan pada pulpa yang masih tertutup lapisan dentin tipis karena karies yang dalam. Pada teknik ini obat-obatan yang digunakan tidak berkontak langsung dengan pulpa.Pulp capping tidak langsung memerlukan lebih dari dua kali kunjungan. Indirect pulp capping dirasa lebih memberi hasil yang diharapkan dari pada metode direct pulp capping. Dilakukan bila pulpa belum terbuka, tapi atap pulpa sudah sangat tipis sekali, yaitu pada karies profunda.
            Agar perawatan ini berhasil jaringan pulpa harus vital dan bebas dari inflamasi. Biasanya atap kamar pulpa akan terbuka saat dilakukan ekskavasi. Apabila hal ini terjadi maka tindakan selanjutnya adalah dilakukan direct pulp capping atau tindakan yang lebih radikal lagi yaitu amputasi pulpa (Pulpotomi).

Tahapan perawatan yang dilakukan adalah sebagai berikut :
Pada Kunjungan Pertama :
  1. Karies dibuang dengan escavator atau bur round (bor bundar) kecepatan rendah , Lalu lakukan ekskavasi sampai dasar pulpa, hilangkan dentin lunak sebanyak mungkin tanpa membuka kamar pulpa. Jaringan karies yang paling dalam dibiarkan.
  2. Kavitas disterilkan dengan air calxyl atau obat lain yang tidak caustik. Hindari penggunaan alkohol, karena dapat memicu terjadinya dehidrasi cairan tubulus dentin.
  3. Aplikasi preparat Kalsium hidroksida Ca(OH)2 kemudian dilapisi Zinc Okside Eugenol (ZOE) yang diletakkan didasar kavitas kemudian dilapisi semen fosfat dan akhirnya tambalan sementara.
  4. Perawatan dilanjutkan 1-2 minggu kemudian.
Pada Kunjungan Kedua :
Apabila ada keluhan, dilakukan penambalan tetap.

 
Gambar Perawatan Indirect Pulp Capping

 b. Direct Pulp Capping ( Pulpa capping secara langsung )
           Direct Pulp Capping adalah perawatan sekali kunjungan. Direct Pulp Capping juga digunakan dalam contoh di mana ada pembusukan yang mendalam mendekati pulpa tapi tidak ada gejala infeksi. Direct Pulp Capping menunjukkan bahwa bahan diaplikasikan langsung ke jaringan pulpa. Daerah yang terbuka tidak boleh terkontaminasi oleh saliva, kalsium hidroksida dapat diletakkan di dekat pulpa dan selapis semen Zinc Okside Eugenol dapat diletakkan di atas seluruh lapisan pulpa dan biarkan mengeras untuk menghindari tekanan pada daerah perforasi bila gigi direstorasi. Pulpa diharapkan tetap bebas dari gejala patologis dan akan lebih baik jika membentuk dentin sekunder. Agar perawatan ini berhasil maka pulpa disekitar daerah terbuka harus vital dan dapat terjadi proses perbaikan.
Keuntungan Direct Pulp Capping antara lain :
1.Mempertahankan ketuhan dan vitalitas pulpa.
2.Memperbaiki dan penutup pulpa yang terbuka
3.Menghemat waktu perawatan.
4.Mempertahankan fungsi gigi.
Tahapan Perawatan yang Dilakukan adalah sebagai berikut :
Pada Kunjungan Pertama :
  1. Dilakukan pemasangan rubber dam/cotton roll untuk mencegah kontaminasi bakteri pada karies.
  2. Karies dibuang dengan bor atau ekscavator steril.
  3. Kavitas dibersihkan dengan air calxyl.
  4. Bagian yang tereksponasi ditutup dengan cotton pellet yang sudah dibazahi dengan minyak cengkeh atau eugenol. Sebaiknya hindari desinfektan yang kaustik seperti fenol, kresol dan alkohol.
  5. Kalau ada perdarahan atau rasa sakit, kontrol dengan cotton pellet dan eugenol yang dihangatkan.
  1. Di atas pulpa yang masih terbuka, aplikasikan preparat Ca (OH)2 tanpa tekanan dengan Ash 49 atau amalgam carrier. Kelebihan obat dibuang dengan ekscavator.
  2. Di atasnya diaplikasikan ZOE kemudian dilapisi semen fosfat kemudian dilapisi tambalan sementara.
Pada Kunjungan Kedua :
Setelah 8-10 hari, kalau tidak ada keluhan, dengan kata lain gigi bereaksi normal, lakukan penambalan permanen.
4. Medikamen/ Pemberian bahan terapitik
Bahan yang biasa digunakan untuk pulp capping ini adalah kalsium hidroksida karena dapat merangsang pembentukan dentin sekunder secara efektif dibandingkan bahan lain.
Obat Pulp Capping antara Lain :
- Ca(OH)2 bubuk kering dicampur air steril / akuades
 Dengan bentuk preparat : pulpdent, calxyl, dycal, calcipulpe, hydcal
SIFAT-SIFAT OBAT PULP CAPPING
1. antiseptik 
2. sedatif 
3. Tidak mengiritasi
4. Bukan penerus panas
5. Tidak kontraksi / ekspansi
6. Dapat diaplikasi tanpa tekanan
7. Menetralisir asam karies
SIFAT CALXYL : 
  1.PH 11,5-12,5 
 2. menetralkan asam 
  3. sedikit antiseptic
 4. tdk mengiritasi 
  5. menghambat infeksi 
 6.  merangsang pembentukan dentin sekunder.
5. Prosedur Perawatan Pulpa Capping:
  1. Siapkan peralatan dan bahan.
Gunakan kapas, bor, dan peralatan lain yang steril.
  1. Isolasi gigi
Selain menggunakan rubber dam, isolasi gigi juga dapat menggunakan kapas dan saliva ejector, jaga posisinya selama perawatan.
  1. Preparasi kavitas
Tembus permukaan oklusal pada tempat karies sampai kedalaman 1,5 mm (yaitu kira-kira 0,5 mm kedalam dentin). Pertahankan bor pada kedalaman kavitas dan dengan hentikan intermitten gerakan bor melalui fisur pada permukaan oklusal.
  1. Ekskavasi karies yang dalam
Dengan perlahan-lahan buang karies dengan ekskavator, mula-mula dengan menghilangkan karies tepi kemudian berlanjut ke arah pulpa. Jika pulpa vital dan bagian yang terbuka tidak lebih besar diameternya dari ujung jarum maka dapat dilakukan pulp capping.
  1. Berikan kalsium hidroksida
Keringkan kavitas dengan cotton pellet lalu tutup bagian kavitas yang dalam termasuk pulpa yang terbuka dengan pasta kalsium hidroksida.
Sumber :  
Andlaw, R. J .Perawatan Gigi Anak.1992.Jakarta : Widya Medika
Baum,Philips,Lund. Buku Ajar Ilu Konservasi Gigi. 1997. Jakarta : Buku Kedokteran EGC
http://www.scribd.com/doc/72755585/En-Do

Konservasi gigi ( GI & Amalgam )


Glass Ionomer

Ini dia ringkasan mata kuliah konservasi gigi semester 2  Ega Savitri :D

Komposisi  Powder dan liquid

Powder :  1.Silikon Oxida
                  2.Aluminium Oxida
                 3.Kalsium Fluoride

Liquid : Asam Poliakrilat 40-50 %

P : L = 1 : 1  atau  3,6: 1


Adapun Cara Pengadukan Bahan Tumpat Glass Ionomer ( GI ) adalah sbb :

1.Posisi botol liquid dipegang secara horizontal dulu,baru posisi vertikal untuk  mengusir gelembung udara dalam botol liquid.
2. Ambil powder  GI 1 sendok takar atau sesuai dengan besarnya kavitas dan letakkan di atas paper pad.
3. Teteskan 1 tetes liquid GI disebelah powder.
    Bagi powder  menjadi 2 bagian. Aduk bagian pertama powder kearah liquid begitu pula bagian  kedua
    Selama 10 detik. Cara pengadukanb bahan dengan cara melipat/menggulung.Pengadukan tidak boleh lebih dari  
    40 detik.
4. Masukkan adonan ke dalam kavitas menggunakan plastic filling instrument.

Langkah-langkah pembuatan restorasi Semen Glass Ionomer :

1.      Isolasi gigi dengan menggunakan rubber dam/cotton roll.
2.      Buatlah outline kavitas,
Hilangkan semua jaringan karies dengan bur berkecepatan rendah  :
·         Bur round                   : Membuat jalan masuk pada waktu preparasi kavitas
·         Bur fissure                  : Melebarkan dinding kavitas.
3.      Bersihkan Cavitas menggunakan air bersih dengan cotton pellet
4.      Aplikasikan dentin conditioner ke dalam kavitas dengan menggunakan cotton pellet selama kurang lebih 5-10 detik.
5.      Bersihkan kavitas dari sisa-sisa dentin conditioner sampai warna biru pada cotton pellet hilang.
6.      Buatlah adonan GI
7.      Masukkan adonan ke dalam cavitas dengan menggunak plastic filling instrumen.
8.      Setelah semen GI berada dlam kavitas,tekan-tekan dengan menggunakan burnisher. Kelebihan GI di buang dengan menggunakan ekscavator.
9.      Beri varnish.


Sifat-sifat klinis GI yaitu :
1.      GI bersenyawa kimia dengan email dan dentin sehingga merupakan penutup kavitas yang baik.
2.      Sifat utama GI setelah pengerasan secara terus menerus dan perlahan-lahan melepaskan ion fluor sehingga membantu mencegah karies gigi
3.      Selama pengerasan dapat menyebabkan rasa linu tetapi setelah 24 jam akan hilang sehingga tidak mengganggu pulpa dan gusi.


Kelebihan GI :
1.      Retensi cukup tinggi
2.      Warna mendekati warna gigi
3.      Biokompatibel ( tidak menimbulkan peradangan pada pulpa
4.      Mampu melepaskan fluoride
5.      Preparasi waktu kerja tidak membutuhkan waktu lama

Kekurangan GI :
1.      Mudah rapuh ( GI lebih cepat aus dan kurang kuat
2.      Mudah larut dalam saliva
3.      Sensitif terhadap air pada saat setting tie ( sensitivitas terhadap kelembaban tinggi ).


Amalgam
A. Sifat-sifat fisik Amalgam
1.      Koefisien ekpansinya rendah
2.      Konduktivitas termalnya tinggi
3.      Bio Kompatibilitas,sifat galvanic
4.      Tahan Lama
5.      Estetik kurang
6.      Kekuatan kompressivenya besar.
7.      Tidak larut dalam saliva
8.      Mudah pencampurannya.

B.Pengadukan Bahan Tumpat Amalgam
1.Ambil powder amalgam dari botol sebanyak 1 sendok takar atau sesuai dengan besarnya kavitas.Masukkan ke dalam mortar.
2. Keluarkan merkuri dari botol sebanyak 2 tetes,tekan tegak lurus dan masukkan ke dalam mortar yang  yang telah berisi alloy amalgam
3. Aduk powder & liquid dengan cara menekan stamper pada dinding mortar dengan gerakan memutar sampai homogen selama 60 detik ( Cara pegang Palm & thumb ). Tanda campuran homogen terlihat warna mengkilat putih seperti perak dan menempel pada dinding mortar.
4. Ambil adonan,masukkan ke dalam kain kasa dan kelebihan merkuri dihilangkan dengan cara memeras kain kasa. Kain kasa dijepit kuat dengan pinset kemudian  kain kasa diputar dan digerakkan ke atas,maka sisa merkuri akan keluar dari kasa.
5.Ambil adonan dari kain kasa dengan amalgam pistol dan masukkan ke dalam kavitas.


C.Prinsip kerja Restorasi Amalgam
1.      Isolasi gigi dengan menggunakan rubber dam/cotton roll.
2.      Buatlah outline kavitas,
Hilangkan semua jaringan karies dengan bur berkecepatan rendah  :
·         Bur round                   : Membuat jalan masuk pada waktu preparasi kavitas
·         Bur fissure                  : Melebarkan dinding kavitas.
·         Bur inverted cone       : Meratakan dasar kavitas/ membuat retensi pada kavitas.
3.      Bersihkan Cavitas menggunakan air bersih dengan cotton pellet.
4.      Buatlah sedikit adonan Zinc Phospat Cement untuk melapisi retensi.
5.      Masukkan adonan Zinc Phospat Cement ke dalam kavitas.
6.      Buatlah adonan Amalgam
7.      Masukkan adonan Amalgam ke dalam kavitas dengan amalgam pistol.
8.      Gunakan amalgam carver untuk meratan tumpatan atau tepi tumpatan dan burnisher untuk meratakan cavitas supaya padat.
9.      Setelah 24 jam lakukan pemolesan supaya tidak terjadi celah antara tumpatan pada dinding kavitas.

D.Kelebihan dan Kekurangan Amalgam

Kelebihan
·         Kuat
·         Tahan lama
·         Dapat disimpan lama dibanding bahan lain
Kekurangan
·         Warna kurang estetis
·         Tidak ada adhesi jaringan
·         Cenderung korosi
·         Permukaan kasar