CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »



Selasa, 27 Maret 2012

Farmakologi ( Macam-macam bentuk sediaan obat )

1. Aerosol
Sediaan yang dikemas di bawah tekanan, mengandung zat aktif terapeutik yang dilepas pada saat sIstem katup yang sesuai di tekan. Sedian ini digunakan untuk pemakaian topiKal pada kulit dan juga untuk pemakaian lokal pada hidung.

2. Kapsulae (Kapsul)
Merupakan sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut. Keuntungan/tujuan sediaan kapsul yaitu:
-Menutupi bau dan rasa yang tidak enak
-Menghindari kontak langsung dengan udara dan sinar matahari
-Lebih enak dipandang
-Dapat untuk 2 sediaan yang tidak tercampur secara fisis (income fisis), dengan pemisahan antara lain menggunakan kapsul lain yang lebih kecil kemudian dimasukkan bersama serbuk lain ke dalam kapsul yang lebih besar.
-Mudah ditelan.

3. Tablet (Compressi)
-Sedian padat mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan pengisi. Merupakan sediaan padat kompak dibuat secara kempa cetak dalam bentuk tabung pipih atau sirkuler kedua permukaan rata atau cembung mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa bahan tambahan.
-Tablet Kempa : paling banyak digunakan, ukuran dapat bervariasi, bentuk serta penandaannya tergantung design cetakan.
-Tablet Cetak : dibuat dengan memberikan tekanan rendah pada massa lembab dalam lubang cetakan.
-Tablet Trikurat : tablet kempa atau cetak bentuk kecil umumnya silindris. Sudah jarang ditemukan
-Tablet Hipodermik : dibuat dari bahan yang mudah larut atau melarut sempurna dalam air. Dulu untuk membuat sediaan injeksi hipodermik, sekarang diberikan secara oral.
-Tablet Sublingual : dikehendaki efek cepat (tidak lewat hati). Digunakan dengan meletakkan tablet di bawah lidah.
-Tablet Bukal : digunakan dengan meletakkan di antara pipi dan gusi.
-Tablet Efervescen : tablet larut dalam air. Harus dikemas dalam wadah tertutup rapat atau kemasan tahan lembab. Pada etiket tertulis “tidak untuk langsung ditelan”.
-Tablet Kunyah : cara penggunaannya dikunyah. Meninggalkan sisa rasa enak di rongga mulut, mudah ditelan, tidak meninggalkan rasa pahit, atau tidak enak.

4. Krim
Sediaan setengah padat mengandung satu atau lebih bahan obat terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai.

5. Emulsi
Merupakan sediaan berupa campuran dari dua fase cairan dalam sistem dispersi, fase cairan yang satu terdispersi sangat halus dan merata dalam fase cairan lainnya, umumnya distabilkan oleh zat pengemulsi.


6. Ekstrak
Sediaan pekat yang di peroleh dengan mengekstraksi zat aktif dari simpliisia nabati atau simplisia hewani menggunakan pelarut yang sesuai kemudian semua atau hamper semua pelarut di uapkan dan massa atau serbuk yang tersisa diperlukan sedemikian rupa sehingga memenuhi syarat yang ditetapkan.

7. Gel (geli)
-Sistem semi padat terdiri dari suspense yang di buat partikel anorganik yang kecil atau molekul organic yang besar, terpenetrsai oleh suatu cairan.

8. Immunosera (Imunoserum)
Merupakan sediaan yang mengandung Imunoglobin khas yang diperoleh dari serum hewan dengan pemurnian. Berkhasiat menetralkan toksin kuman (bisa ular) dan mengikat kuman/virus/antigen.

9. Implan atau Pelet
-Sedian dengan massa padat berukuran kecil, berisi obat dengan kemurnian tinggi (dengan atau tanpa eksipien), dibuat dengan cara pengempaan atau pencetakan. 

10. Infusa
Sediaan cair yang dibuat dengan mengekstraksi simplisia nabati dengan air pada suhu 90’ selama 15 menit.


11. Inhalasi
Sediaan obat atau larutan atau suspensi terdiri dari satu atau lebih bahan obat yang diberikan melalui saluran nafas hidung atau mulut untuk memperoleh efek local atau sistemik.


12.Injectiones (Injeksi)
Sediaan steril untuk kegunaan parenteral, yaitu dibawah atau menembus kulit atau selaput lender.Merupakan sediaan steril berupa larutan, emulsi atau suspensi atau serbuk yang harus dilarutkan atau disuspensikan lebih dahulu sebelum digunakan, yang disuntikkan dengan cara merobek jaringan ke dalam kulit atau melalui kulit atau selaput lendir. Tujuannya yaitu kerja obat cepat serta dapat diberikan pada pasien yang tidak dapat menerima pengobatan melalui mulut.


13. Irigasi
Larutan steril yang digunakan untuk mencuci atau membersihkan luka terbuka atau rongga tubuh, penggunaan adalah secara topical.


14. Lozenges atau tablet hisap
Sediaan padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat, umumnya dengan bahan dasar beraroma manis, yang dapat membuat tablet melarut atau hancur perlahan dalam mulut.


15. Sediaan Obat mata
-Salep mata 
Salep steril yang digunakan pada mata.
-Larutan Obat mata
  Larutan steril bebas partikel asing merupakan sediaan yang dibuat dan dikemas sedimikian rupa hingga   sesuai di gunakan untuk mata.

16. Pasta
Sediaan semi padata yang mengandung satu atau lebih bahan yang di tujukan untuk pemakaiaan topical.

17. Plester
Bahan yang digunakan untuk pemakaian luar terbuat dari bahan yang dapat melekat pada kulit dan menempel pada pembalut.

18. Serbuk
Campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan, berupa serbuk yang dibagi bagi (pulveres) atau serbuk yang tak terbagi. (pulvis).
a.Pulvis (Serbuk) Merupakan campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan,ditujukan untuk pemakaian oral atau untuk pemakaian luar.
b.Pulveres Merupakan serbuk yang dibagi dalam bobot yang lebih kurang sama, dibungkus menggunakan bahan pengemas yang cocok untuk sekali minum.


19. Solutiones (Larutan) Merupakan sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang dapat larut, biasanya dilarutkan dalam air, yang karena bahan-bahannya, cara peracikan atau penggunaannya, tidak dimasukkan dalam golongan produk lainnya (Ansel). Dapat juga dikatakan sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang larut, misalnya terdispersi secara molekuler dalam pelarut yang sesuai atau campuran pelarut yang saling bercampur. Cara penggunaannya yaitu larutan oral (diminum) dan larutan topikal (kulit).
Solutio atau larutan

Sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang terlarut. Taerbagi atas :
1. Larutan Oral
Sediaan cair yang dimasukan untuk pemberian oral.

2. Larutan tipikal
Sediaan cair yang dimasukan untuk penggunaan topical paad atau mukosa.

3. Larutan Otik
Sediaan cair yang dimasukan untuk penggunaan dalam telinga.

4. Larutan Optalmik
Sediaan cair yang digunakan pada mata.

5. Spirit
Larutan mengandung etanol atau hidroalkohol dari zat yang mudah menguap.

6. Tingtur
Larutan mengandung etanol atau hidro alcohol di buat dari bahan tumbuhan atau senyawa kimia. 
  
20. Suppositoria

Merupakan sediaan padat dalam berbagai bobot dan bentuk yang diberikan melalui rektal, vagina atau uretra, umumnya meleleh, melunak atau melarut pada suhu tubuh. Tujuan pengobatan yaitu:
-Penggunaan lokal >> memudahkan defekasi serta mengobati gatal, iritasi, dan inflamasi karena hemoroid.
-Penggunaan sistemik >> aminofilin dan teofilin untuk asma, chlorprozamin untuk anti muntah, chloral hydrat untuk sedatif dan hipnotif, aspirin untuk analgenik antipiretik.

21. Pilulae (PIL)
Merupakan bentuk sediaan padat bundar dan kecil mengandung bahan obat dan dimaksudkan untuk pemakaian oral. Saat ini sudah jarang ditemukan karena tergusur tablet dan kapsul. Masih banyak ditemukan pada seduhan jamu.


22. Suspensi
Merupakan sediaan cair yang mengandung partikel padat tidak larut terdispersi dalam fase cair. Macam suspensi antara lain: suspensi oral (juga termasuk susu/magma), suspensi topikal (penggunaan pada kulit), suspensi tetes telinga (telinga bagian luar), suspensi optalmik, suspensi sirup kering.


23. Galenik
Merupakan sediaan yang dibuat dari bahan baku yang berasal dari hewan atau tumbuhan yang disari.

24. Unguenta (Salep)
Merupakan sediaan setengah padat ditujukan untuk pemakaian topikal pada kulit atau selaput lendir. Dapat juga dikatakan sediaan setengah padat yang mudah dioleskan dan digunakan sebagai obat luar. Bahan obat harus larut atau terdispersi homogen dalam dasar salep yang cocok.


25. Guttae (Obat Tetes)
Merupakan sediaan cairan berupa larutan, emulsi, atau suspensi, dimaksudkan untuk obat dalam atau obat luar, digunakan dengan cara meneteskan menggunakan penetes yang menghasilkan tetesan setara dengan tetesan yang dihasilkan penetes beku yang disebutkan Farmacope Indonesia. Sediaan obat tetes dapat berupa antara lain: Guttae (obat dalam), Guttae Oris (tets mulut), Guttae Auriculares (tetes telinga), Guttae Nasales (tetes hidung), Guttae Ophtalmicae (tetes mata).

Sumber :
¡http://www.smallcrab.com/kesehatan/531-macam-macam-bentuk-obat-dan-tujuan-penggunaannya

Jumat, 23 Maret 2012

Tugas Farmakologi ( obat tradisional sakit gigi )

Obat-obat tradisional untuk mengatasi sakit gigi
Jika ada orang yang memilih sakit gigi daripada sakit hati, tentu ia belum pernah merasakan sakit yang sebenar-benarnya. Padahal, sakit gigi merupakan gangguan kesehatan yang umum terjadi dan seringkali muncul tanpa gejala sebelumnya. Rasa sakitnya yang bervariasi mulai dari tajam, berdenyut, hingga konstan. Dari rasa sakit yang ditimbulkannya, tentu saja akan mengganngu aktivitas keseharian Anda. Selain itu, jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, kerusakan gigi akan bertambah parah sehingga harus dicabut.
Sakit gigi amatlah menyiksa rasanya , apa-apa jadi serba salah. Sakit gigi ini bisa terjadi karena beberapa sebab. Yaitu bisa disebabkan karena gigi yang berlubang, makan atau minum makanan atau minuman yang terlalu manis, terlalu asam atau terlalu dingin. Penyebab gigi berlubang adalah sisa makanan yang menetap di gigi. Oleh bakteri yang ada di mulut, sisa makanan ini diubah menjadi asam yang kemudian membentuk plak. Plak ini mengandung mikroorganisme yang mengikis email gigi, lalu akhirnya membuat gigi berlubang.
Awalnya lubang gigi itu kecil dan tidak dirasakan oleh si penderita. Hanya saja kalau makan sesuatu yang manis, sangat dingin, atau sangat panas, ia akan merasa ngilu. Dari hari ke hari lubang itu makin lama makin besar sehingga terjadi peradangan yang mengenai saraf gigi dan penderita pun mengalami sakit gigi.
 Jika anda kerap mengalami sakit gigi ini ada baiknya anda segera melakukan penanganan sendiri dulu yaitu obat tradisional sakit gigi sebelum ke dokter. Karena memilih cara alami itu lebih tepat.
Untuk membantu Anda menghindari hal tersebut, berikut beberapa pengobatan alami yang bisa Anda coba di rumah,yaitu dengan mengkonsumsi obat tradisional untuk sakit gigi ini.
1.       Es balok : Lakukan pijatan dengan es balok. Caranya dengan menyiapkan es balok yang bisa dipegang. Pijat ke bagian gigi (dari luar) yang dirasa sakit. Secara perlahan rasa sakit di gigi Anda akan hilang.
  1. Bawang putih: Bawang putih merupakan salah satu dari sekian obat tradisional untuk sakit gigi yang diklaim efektif meredakan rasa sakit. Caranya, Potong halus satu siung bawang putih, yang kemudian dicampur garam. Setelah itu dikunyah di area yang dirasa sakit. Selain itu, ada baiknya mengunyah satu siung bawang putih setiap pagi. Cara ini bisa menjaga agar gigi yang telah disembuhkan semakin kuat dan sehat.
  2. Gunakan jeruk nipis: Peras jeruk nipis, ambil sarinya dan oleskan secara bertahap sari jeruk nipis tersebut ke gigi yang sakit.
4.       Bawang merah : Penelitian membuktikan kalau bawang merah mengandung komponen antibakteri. Mengonsumsi satu bawang merah setiap hari dengan cara mengunyah terbukti bisa melindungi dari berbagai gangguan gigi. Mengunyah bawang merah selama 3 menit dinyatakan cukup untuk membunuh semua kuman di mulut. Dan Anda bisa meredakan gigi yang sedang sakit dengan cara menempatkan sepotong kecil bawang merah di area gigi atau gusi yang sakit.
5.       Jeruk limau : sebagai sumber yang kaya vitamin C, sangat bermanfaat dalam mempertahankan kesehatan gigi dan tulang di bagian tubuh lainnya. Jeruk limau dinyatakan bisa mencegah gigi berlubang dan gigi tanggal, pembentukan plak gigi, sakit gigi, dan perdarahan pada gusi.
6.       Minyak Cengkeh : Cengkeh dinyatakan efektif meredakan sakit gigi. Selain itu, cengkeh juga mengurangi infeksi karena mengandung properti antiseptik. Caranya, oleskan minyak cengkeh ke lubang gigi yang mengalami kerusakan. Cara ini juga bisa meredakan sakit gigi. Namun harus diperhatikan: jangan sampai menggunakan cara ini tiga hari berturut-turut sebab akan melukai gusi.
7.       Daun jambu biji :caranya ,Ambilah daun jambu biji (Psidium guajava Linn). Cuci bersih lalu lumatkan.Taruh ramuan di gigi yang sakit. Sama seperti minyak cengkih, daun jambu biji mengandung minyak atsiri yang berkhasiat antiradang dan penghilang rasa sakit.
8.       Tepung lada : Campurkan sedikit tepung lada dengan 1/4 sendok teh garam dinyatakan sangat bagus untuk menjaga kebersihan gigi. Jika digunakan secara teratur setiap hari bisa mencegah gigi berlubang, nafas bau, gusi berdarah, sakit gusi, dan sakit gigi. Selain itu juga bisa mengatasi masalah gigi sensitif. Untuk meredakan sakit gigi, Anda bisa menempatkan campuran tepung lada dan minyak cengkeh ke dalam lubang gigi.
9.       Cabai hijau : Cabai hijau secukupnya dipotong ujungnya sedikit kemudian dibakar. Setelah panas, cabai ditempelkan pada bagian gigi yang sakit.
Pemakaian : secara teratur 2 kali sehari.
10.    Avokad :Keringkan/sangrai 1 biji avokad, lalu haluskan sampai menjadi bubuk.
Pemakaian : Masukkan bubuk biji avokad ke gigi yang berlubang, lalu tutup dengan kapas.
11.    Kunyit
Ramuan 1. Siapkan kunyit satu rimpang dan minyak kayu putih secukupnya. Setelah kunyit dicuci bersih, lalu kupas. Rendam sebentar dalam minyak kayu putih, kemudian tempelkan dalam gigi yang berlubang. Lakukan hingga sakit mereda.
Ramuan 2. Siapkan kunyit 10 gram, daun dan akar serai masing-masing 50 dan 25 gr, garam dapur secukupnya. Setelah semua bahan dicuci bersih dan kunyit dipotong-potong, rebus dengan setengah liter air. Biarkan hingga air menjadi satu gelas. Minum untuk tiga kali sehari.
Ramuan 3. Siapkan kunyit 10 gram, daun meniran 50 gram, buah pinang setengah biji, garam dapur secukupnya. Setelah semua bahan kecuali garam dicuci, tumbuk hingga halus. Jangan lupa garam. Seduh dengan air panas sebanyak satu gelas, lalu saring. Bila sudah hangat, gunakan untuk kumur. Lakukan tiga kali sehari.
12.    Minyak kelapa : Siapkan minyak kelapa sebanyak satu sendok teh. Rendam sejumput kapas dalam minyak tersebut, lalu panaskan di atas api selama kurang lebih 2-3 menit. Setelah agak hangat, tempel dengan kapas pada bagian gigi yang berlubang.
13.    Biji cengkih : Siapkan biji cengkeh sebanyak satu genggam. Setelah disangrai, tumbuk halus hingga menjadi bubuk. Lalu, taburkan pada gigi yang sakit. Lakukan hingga sakit mereda.
14.    Getah pohon kamboja : Siapkan getah pohon kamboja secukupnya, bisa diambil dari tangkai daun. Teteskan pada gigi yang berlubang atau gusi yang bengkak. Lakukan hati-hati, jangan sampai terkena gigi yang sehat. Harap hati-hati, karena getah kamboja bisa merusak gigi yang sehat.
15.    Biji asam : Siapkan setengah ons biji asam. Kemudian disangrai (goreng tanpa minyak) sampai hangus. Setelah hangus, tumbuk halus menjadi bubuk. Gosokkan bubuk tersebut pada bagian gigi yang hitam atau kuning. Lakukan hingga terjadi perubahan sesuai keinginan anda.
  1. Belimbing wuluh :caranya,Petiklah belimbing wuluh yang masih segar sebanyak 5 buah kemudian cuci sampai bersih, makanlah buah belimbing wuluh.yang tetap bersih  de­ngan di campur sedikit garam dapur. Meskipun rasanya masam, namun kuatkanlah. Karena sebentar lagi sakit gigi anda akan hilang.
  2. Getah Kapuk Duri : Caranya,Patahkan batang kapuk duri pada ujungnya, lalu leteskan getahnya pada sepotong kapas.  Setelah itu masukkan kapas tersebut ke dalam gigi yang ber-
    lubang niscaya rasa sakitnya akan segera sirna. 
18.    Cuci bersih 15 gram serai dan 5 lembar daun sirih, rebus dengan 400 mL air hingga tersisa 200 mL, lalu saring. Pemakaian : Gunakan hangat-hangat untuk berkumur di tempat gigi yang sakit, lalu minum. Lakukan 3 kali sehari secara teratur.
19.    Buah pala : Zat yang terkandung dalam minyak pala membantu memerangi bakteri dalam mulut yang menyebabkan gigi berlubang. Untuk mengurangi rasa sakit pada gigi/gusi, oleskan beberapa tetes minyak pala pada gusi yang sakit sambil dipijat.

http://onyxblog94.blogspot.com/2012/01/cara-mengatasi-sakit-gigi-obat.html
http://www.resep.web.id/tips/aneka-ramuan-untuk-sakit-gigi.htm
http://galih11.student.umm.ac.id/

Selasa, 13 Maret 2012

PPAKG (pemakaian pemeliharaan alat kedokteran gigi ) "Semester II Pertemuan 1"

Alat Perlindungan khusus meliputi :
1.Periodental  probe
2.Scaler
3.Cavitron/super sonic scaler
4.Ultrasonik scaler


1.Periodental probe
Fungsi                                   :untuk mengukur kedalaman saku gusi (gingival pocket)
Bahan                                   : baja putih
Bentuk                                                 : Seperti sonde lurus bergaris
Keterangan                        : kritis

1.PERIODONTAL PROBE


2. Scaler
a. Hoe Scaler
Fungsi                   : untuk meratakan permukaan akar sehingga bebas dari karang gigi
Bentuk                                 : seperti cangkul
Keterangan        :kritis




b.Chisel scaler
Fungsi                   : untuk membersihkan karang gigi pada permukaan aproximal  gigi anterior
Bentuk                                 : seperti pahat
Keterangan        : kritis

c. File Scaler
Fungsi : mengikir permukaan gigi, sekarang jarang digunakan karena menyebabkan permukaan gigi menjadi kasar.
Bentuk : menyerupai kikir
Bahan : Baja putih

d.sickle scaler


Fungsi                   : untuk mengabil supra/sub gingival calculus pada interdental space
Bentuk                                 : seperti bulan sabit
 
e.curret scaler
Fungsi : untuk  mengambil sub gingiva calculus,jaringan cement, jaringan lunak dari dinding pocket
Bentuk : Menyerupai sendok
Keterangan : kritis
f.wing scaler
Fungsi ; untuk mengambil supra calculus gigi posterior
Keterangan : kritis






3.super sonic scaler
Fungsi : untuk membersihkan karang gigi yang dijlankan dengan listrik
Ujungnya tipis untuk membersihkan karang gigi bagian aproximal
Ujung yang lebar untuk permukaan bagian buccal
4.ultrasonik scaler
Fungsi : untuk  membersihkan karang gigi yang dijalankan dengan listrik

Kamis, 09 Februari 2012

Praktek HISTOLOGI "SYSTEMA DIGESTORIA ( SISTEM PENCERNAAN )"

1.LABIUM ORIS
   Sediaan : SD-1;HE
Perhatikan :    1.Pars Cutanea :bagian luar bibir,merupakan derma tipis,memiliki:
                       -epithelium squamosum stratificatum cornificatum
                       -papilla cori rendah daan sedikit
                       -folliculi pili dengan glandula sebacea
                       -glandula sudorifera diantara kantong rambut
                       -Stratum submucosum dengan jaringan lemak
                       -Stratu musculare: otot seran lintang milik musculus orbicularis oris
                     2.Pars Intermedia : terdiri atas 2 bagian
                        a. Pars Marginalis:tepi bibir,berupa derma tipis memiliki:
                           -epithelium squamosum stratificatum cornificatum sel-sel didasar epitel mengandung sedikit      
                             pigmen.
                           -papilla corii rendah tetapi lebih banyak
                           -glandula sebacea kadang tampak disana-sini.
                           -folliculi pili tidak ada
                        b. Pars Rubra : derma yang lebih tebal,tampak disini:
                           -epithelium squamosum  stratificatum dengan sedikit penandukan
                           -papilla corii rendah tetapi lebih banyak
                           -glandula sebacea kadang-kadang tampak
                           -folliculi pili tidak ada
                     3.Pars Mucosa :bagian yang bersifat
                          -derma tebal
                          -dilapisi epithelium squamosum stratificatum noncornificatum,sedikit pigmen
                          -papilla corii rendah dan banyak
                          -lamina propria dgn glandula labialis yang bersifat glandula mucosa
2.DENS
A.Tahap awal odontogenesis
    Sediaan :SD-2;HE

                          Perhatikan :
                           Pada perbesaran lemah tampak tahap kuntum atau tahap topi
                            -epithelium oralis:pipih berlapis
                            -lamina dentalis. Perhatikan pada penampang melintang
                                    - epithelium oralis : pipih berlapis
                                    - organum pulare dentis
                                    -stratum intermedium
                                    -epithelium adamantinum internum dgn ameloblastus
                             -cuticula enameli
                             -pappila dentalis
                             -sacculus dentalis
                            
                           Perhatikan pada perbesaran kuat:
                            -organum pulpare dgn se-sel bintang yg saling bergandengan
                            -stratum intermediu dgn sel-sel pipih
                            -ameloblastus:kolumner,tersusun sbg tiang tebal
                            -cuticula enameli
3.TAHAP ODONTOGENESIS LANJUT (TAHAP LONCENG)
  Sediaan:SD-3;HE

  Perhatikan :
          -epithelium oralis
          -organum dentis epithelisalis
          -enamelum
          -dentinum
          -odontoblastus
          -pulpa dentalis
          -sacculus dentalis

4.GIGI LENGKAP
  Sediaan Gosok : SD-4a;dibuat secar membujur

  Perhatikan dgn perbesaran lemah:
       -corona dentalis dgn :-lamella enamelis
                                       -lamella dentinalis
       -cervix sbgai batas enamelum dan cementum
       -dentinum : di bawah cementum
       -radix dentis
       -akar gigi dgn :-lamella enamelis
                             -lamella dentinalis
       -cavitas dentis: rongga gigi berisi pulpa dentis

 Perhatikan pada perbesaran kuat
     -pada enamelum tampak lamina incrementalis


5. PULPA DENTIS DAN MEMBRANA PERIODONTALIS
  Sediaan :SD-4B
  Teknik pewarnaan :Mallory

A.PULPA DENTIS: Terdiri atas jaringan ikat longgar,mendekati dentin dapat dilihat lapisan berturut-turut:
         -daerah bnyak sel terutama fibroblastus
         -daerah tanpa sel
         -lapisan odontoblastus,sel kolumner,inti oval dngan arah tegak lurus,lapisan dentin
         -lapisan predentin,tmpak lebih pucat daripada dentin
      Didalamnya terdapat vasa darah dan serabut saraf (myelinata dan non myelinata),kadang-kadang  terlihat limfosit,plasma sel dan granulocytus epsinophilicus

B.MEMBRANA PERIODONTALIS
   Merupakan jaringan ikat fibrus yang menghubungkan antara tulang alveolar dan gigi.Sebagian membrana periodontalis melanjutkan diri ke jaringan ikat gingiva.
pd foramen apicalis dentis,jaringan ini melanjutkan diri ke pulpa dentis.
Terdiri atas :
-Sel terutama fibroblastus
-substansia interseluler yg tersusun atas serabut terutama serabut kolagen dan substansia dasar.



MANAJEMEN KESEHATAN GIGI (Laporan Bulanan di klinik JKG pada bulan April 2011)

Disusun Oleh :
1. Ega Savitri                             NIM : P07125111055
2. Evi Meylani                            NIM : P07125111058
 3. Evi Sulistiana Dewi                NIM : P07125111059
4. Mirana                                    NIM : P07125111064
                                 5. Risti Wahyu Dewanti             NIM : P07125111072


DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL…………………………………………..i
KATA PENGANTAR…………………………......................ii
DAFTAR ISI.………………………………………………...iii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang……………………….................2
B.    Tujuan……………………………………………3
C.   Manfaat………………...………………………..3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A.    Tabel perawatan di klinik JKG pada bulan April 2011………………………………………………………...4
B.    Grafik perawatan di klinik JKG pada bulan April 2011……………………………………………………….12
C.   Table diagnosa di klinik JKG pada bulan April 2011………………………………………………………...13
D.   Grafik diagnosa di klinik JKG pada bulan April 2011……………………………………………………...…14
BAB III PENUTUP
A.  Kesimpulan…………………………………………………15


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
            Tolak ukur kebersihan dari upaya-upaya kesehatan yang bersifat promotif dan preventif adalah pada sumber daya yang dapat berupa sarana,tenaga medis atau para medis yang memadai baik kualitas ataupun kuantitas.Aspek penting lain adalah peran serta aktif dari masyarakat yang lebih ditujukan kepada tercapainya kesadaran, kemampuan dan kemauan agar dapat mewujudkan suatu pola hidup sehat bagi setiap individu dimana pada akhirnya dapat terwujud kesehatan individu maupun masyarakat yang optimal. Salah satu tenaga kesehatan yang dibutuhkan dalam pembangunan kesehatan adalah perawat gigi,untuk itu diperlukan adanya sarana pendidikan tenaga kesehatan gigi.
            Poltekkes Kemenkes Yogyakarta adalah salah satu sarana pendidikan tenaga kesehatan,dimana didalamnya terdapat jurusan keperawatan gigi. Jurusan keperawatan gigi memiliki klinik gigi sebagai sarana pendukung proses belajar mengajar. Selain sebagai sarana pendidikan juga sebagai sarana pelayanan kesehatan gigi masyarakat.
            Selama bulan April 2011 jumlah kunjungan pasien di klinik gigi jurusan keperawatan gigi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta cukup meningkat.  Kunjungan pasien pada suatu unit pelayanan kesehatan gigi dipengaruhi oleh beberapap faktor diantaranya sumber daya manusia,motivasi pasien, ketersediaan alat dan bahan,tarif dan lokasi. Tetapi pada dasarnya pasien yang datang di klinik gigi bukan saja karena keinginan atau kesadaran pasien melainkan karena permintaan mahasiswa dalam memenuhi target praktek mata kuliah pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut. Oleh karena itu laporan ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui jumlah diagnosa dan perawatan datang pada bulan April 2011  di klinik gigi jurusan keperawatan gigi Poltekkess Kemenkes Yogyakarta.



B.    Tujuan
1.Mengetahui  jumlah pasien yang datang pada bulan April 2011 di klinik gigi
2.Mengetahui jumlah dari masing-masing diagnosa dan perawatan yang dilakukan kepada pasien.
C.   Manfaat
1.    Penyusun diharapkan mampu membuat laporan bulanan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan.
2.    Dapat di gunakan untuk menambah wawasan ilmu bagi mahasiswa Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
             Hari : Jumat, 1 April 2011
No.
Baru
Identitas Pasien
Diagnosa
Perawatan
No. Kursi
Operator
Nama
Umur
Jenis kelamin
Alamat
1
24
Isti Dwi L
19 thn
P
Bantul
OD + 37 fisure dalam
fissure sealant
7
Esti Harini
2
25
Sri Sulistiani
19 thn
P
Kyai Mojo
OD + calculus sub +supra
Scalling
17
Elfira Widianingrum
3
26
Dwi Wahyuni
18 thn
P
Wonokerto
OD + sub + Supra gingiva kalkulus
Scaling
22
Aulia Makrufi
4
27
Leni Pratama
19 thn
P
Kyai Mojo
OD + calculus RA,RB
Scalling
9
Erwin Rangga P
5
28
Muhyidin
19 thn
L
Gresik
OD + Calculus supra gingiva
Scalling
7
Esti Harini
6
29
Dwi Astanti
28 thn
P
Sleman
OD + calculus sub +supra
Scalling
21
Endri S
7
30
Maryudi
28 thn
L
Blimbing Sari
OD + calculus
Scalling
27
Ambar Nurkhamaroh











           

           
              Hari : senin, 4 april 2011
 
1
47
Titian g yunita
18 thn
P
Kyai Mojo
 Fisure
Fissure sealan
18
Devita abriana
2
48
Cahya ningrum d.
18 thn
P
Sleman
Gigi sehat
TA
24
Denies Asrtria m.
3
49
Melinda Fatimah
19 thn
p
Jakal KM 10
Gigi sehat
TA
7
Dewi septiana
4
50
tri septiana
19 thn
p
Gunung kidul
Gigi sehat
TA
25
Eka R
5
51
Yulita subandari
19 thn
p
Brosot,galur,KP
Gigi sehat
TA
17
Elfira W
6
52
Arsyah
18 thn
p
Kledokan
Gigi sehat
TA
7
Esti Harini
7
53
Nurlisa
19 thn
p
minomartani
Fisur dalam
Fissure sealan
23
Ari pratiwi
8
64
Reni R.
18 thn
p
mojo tegi
Fisur dalam
Fissure sealan
8
Aulia makrufi
















                Hari : Jum’at,8 April 2011
1
65
Muhamad agus R
19 thn
L
Concat sleman
Calculus+OD
Scalling
7
wahyu aji
2
66
Raditya sari
19 thn
P
ngadiwinata yk
Fisure dala
Fisure sealan
25
yuda p
3
67
dara jati p
19 thn
P
yogyakarta
Calculus supra
Scalling
26
latifah c
4
68
agus sanjaya
19 thn
L
yogyakarta
gigi sehat
TA
22
liza retna
5
69
Nuraini novita
18 thn
P
kyai mojo
Calculus+OD
Scalling
24
ayuk k
6
70
luky pradana
22 thn
L
pakuncen w
OD
 -
27
hari w
7
71
latifah
19 thn
P
Yogyakarta
OD
 -
New
ipa jahra
8
72
Latifah Cahyaningsih
19 thn
P
kyai mojo
OD
 -
New
fety indah
9
73
inayati s
20 thn
P
asrama Yk
OD
 -
21
inayati s
10
74
Joni surya p
18 thn
L
Kalasan
OD
 -
23
sanda a
                                                                                                                                                            






             Hari : Kamis,14 april 2011
1
96
Deni Angga Kurniawan
18 thn
L
Bantul
gigi sehat
TA
24
Denies A N
2
97
Hendra Dian P
19 thn
L
Sleman
37 fissure dalam
fisure sealant
4
Yudha P
3
98
Bayu Heri P
18 thn
L
Bantul
calculus RA+RB
Scalling
4
Yudha P
4
99
Herman A
20 thn
L
Jln. Kaliurang
calculus supra gingiva RA+RB
Scalling
14
Hari W
5
100
Indra Galih P
23 thn
L
Sleman
OD

14
Hari W
6
101
Bowo
20 thn
L
Jln. Kusumanegaran
calculus supra gingiva
Scalling
12
Feti Indah
7
102
Destina Marta S
19 thn
P
Sleman
supra gingiva
Scalling
22
Anindita
8
103
Aulia Nisa D
11 thn
P
Kacang Nanggulan
gigi sehat
TA
21
Bayu N T
9
104
Imam Galih S
19 thn
L
Nanggulan
calculus supra gingiva
Scalling
21
Bayu N T
10
105
Arif Jayan A
19 thn
L
Sleman
calculus sub gingiva
Scalling
3
Wahyu Aji W
11
106
Ferdian Hendratmo P
19 thn
L
Sleman
gigi sehat
TA
17
Dewi Septiana
12
107
Ahmad Saefudin A
14 thn
L
Sleman
gigi sehat
TA
17
Dewi Septiana
13
108
Putri Arisca
18 thn
P
Asraa Sulawesi Mojo
gigi sehat
TA
18
Devita Abriana F
14
109
Intan M  Putri
19 thn
P
Yogyakarta
gigi sehat
TA
9
Esti Harini
15
110
Ririn
18 thn
P
Klaten
36 46 fisure dalam
fisure sealant
7
Elfira W
16
111
Mufidah
32 thn
P
Yogyakarta
calculus RA+RB
Scalling
2
Ipa Zahra


















             Hari : Jum’at ,15 april 2011

1
124
Agus Budianto
19 thn
L
Jln. Magelang
calculus sub+supra gingiva
Scalling
18
Liza Retna Wulan
2
125
Amirotul Milah
22 thn
P
Jln. Wates
calculus RA+RB
Scalling
14
Siti Nurbani
3
126
Satria Dina A
18 thn
P
Sleman
calculus sub+supra gingiva
Scalling
17
Niswatul Khoiriyah
4
127
Kurniawan
19 thn
L
Bantul
calculus sub+supra gingiva
Scalling
10
Pangastuti Rahayu
5
128
Riska Winda Y
20 thn
P
Wonosobo
calculus sub+supra gingiva
Scalling
7
Latifah Cahyaningsih
6
129
Sandi Kurnia
7 thn
L
Prawirotaman
gigi sehat
TA
3
Sanda Astrinata
7
130
Dian Pratiwi
19 thn
P
Prawirotaman
calculus sub+supra gingiva,RA+RB
Scalling
3
Sanda Astrinata
8
131
Santi Ambar S
18 thn
P
Yogyakarta
calculus + OD
Scalling
23
Wulan Dwi A
9
132
Apilana Dyah P
20 thn
P
Jln. Godean
OD + calculus RB 36 fisure dalam
scalling+fisure sealant
24
Retno Ayu k

















            Hari :Senin ,18 april 2011
1
143
Rizki Jati N
19 thn
P
Bantul
fisure dalam
fisure sealant
223
Wulan D
2
144
Kurniawan A
16 thn
L
Jln. Solo
fisure dalam+gigi sehat
fisure sealant+TA
13
Retno A
3
145
Gigantian
18 thn
P
Jln. Kyai mojo
OD
 -
13
Retno A
4
146
Sukmawati N
19 thn
P
Karang malang
Gigi sehat
TA
27
Siska
5
147
Yuliana W
22 thn
P
Jln. Kyai mojo
46 fisure dalam
Fisure sealant
22
Riyanti
6
148
Dian W
21 thn
P
Jln. Kyai mojo
18, 48 fisure dalam
Fisure sealant
3
Sanda A
7
149
Tuti
19 thn
P
Jln. Kyai mojo
37 fisure dalam
Fisure sealant
4
Riani A
8
150
Sri Astuti
19 thn
P
Sonopakis
calculus
Scalling
21
Siti N





               Hari :Kamis ,21 april 2011
1
160
Latifah Sripamularsih
19 thn
P
Jln kyai mojo
46 fissure dalam
fissure sealant
21
Esty harini
2
161
Ivo Mariasari
16 thn
P
Jln kyai mojo
OD
 -
12
Hary Wibowo
3
162
Dwi Wahyuni P
18 thn
P
Sleman
Gigi Sehat
TA
13
Inayati S.R
4
163
Novi Aprianti
19 thn
P
Gunung kidul
OD
 -
4
Aulia makrufi
5
164
Wihartanti Nur S
19 thn
P
Gunung kidul
OD
 -
25
Aulia Makrufi
6
165
Nurul Imala S
19 thn
P
yogyakarta
OD
 -
25
Devita
7
166
Heptarina R
18 thn
P
yogyakarta
Gigi Sehat
TA
18
Anindita
8
167
Subekti Dwi R
19 thn
P
Sleman
OD
 -
23
Anindita
9
168
Melinda Karnisa B
18 thn
P
Jln kyai mojo
37 fissure dalam
fissure sealant
23
Erwin
10
169
Ria Anggraini
18 thn
P
Sleman
OD
 -
7
Denis
11
170
Khoirinisah p
6 thn
P
Klaten
fissure dalam 47
fissure sealant
10
Dewi septiana
12
171
Titian
18 thn
P
Jln kyai mojo
OD
 -
22
Iva Jahra
13
172
Fidia Dwi L
18 thn
P
Asrama Godean
OD
 -
14
Lisa E



















           
Jumlah perawatan di klinik JKG pada bulan April 2011
No.
Nama Perawatan
Jumlah
1
fissure sealant
28
2
Scalling
74
3
TA
32
4
Tanpa perawatan
20











Jumlah diagnosa di klinik JKG pada bulan April 2011
No.
Nama Diagnosa
Jumlah
1
OD + calculus RA+RB
5
2
Calculus sub + supra gingiva
31
3
OD + calculus
11
4
OD
40
5
OD+ calculus supra + sub gingiva
4
6
Gigi sehat
31
7
Fissure dalam
20
8
Calculus ( RA+RB )
8
9
Tidak jadi
9
10
Calculus
9




BAB III
PENUTUP

            KESIMPULAN
                        Berdasarkan data di atas perawatan yang paling banyak di lakukan pada bulan April  tahun 2011 adalah  scaling ,sedangkan perawatan yang paling sedikit di lakukan adalah  tanpa perawatan . Diagnosa yang paling banyak adalah OD(oral diagnosa).